TUGAS RESUME DAY 2 PKKMB
DAY 2 PKKMB UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
MATERI 1
Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri
Kecanggihan Ai di pandang sebagai revolusi industri berikutnya,mirip dengan penemuan listrik, membawa dampak masif dan menjadi katalis inovasi. Perguruan tinggi harus mempersiapkan mahasiswa menghadapi teknologi Ai yang semakin canggih, mengantisipasi otomatisasi pekerjaan, bahkan eliminasi. Menuru Kai Fuli, Ai tidak akan bisa menciptakan sesuatu yang baru atau memiliki empati sejati, hanya meniru. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan nilaikemanusiaan, karena pekerjaan yang tidak melibatkan kedua aspek tersebut akan sepenuhnya diotomasi oleh Ai.
Kecerdasan Buatan (AI) diperkirakan akan mengambil alih pekerjaan hafalan sepenuhnya. Namun, peran manusia akan tetap krusial dalam memformulasikan dan memecahkan masalah, serta menggunakan AI sebagai alat untuk menghasilkan solusi dengan nilai kemunciaan dan kreativitas. Keterampilan manusia di masa depan akan bergeser ke arah kemampuan berinovasi dan berkontribusi secara unik. Disampaikan lima prinsip penting yang harus diingat dalam menggunakan AI, teknologi, dan dalam proses belajar, khususnya bagi mahasiswa.
Prinsip pertama adalah 'Adab' (etika), yang harus didahulukan sebelum ilmu atau penggunaan AI. Sebelum menggunakan AI, penting untuk memastikan bahwa tindakan tersebut sesuai dengan prinsip adab. Contoh yang ditekankan adalah penyalahgunaan AI untuk tugas kuliah; menyalin jawaban AI secara mentah-mentah dianggap tidak etis dan tidak sesuai dengan adab seorang mahasiswa. Hal ini melanggar etika belajar-mengajar dan menghambat pembangunan kemampuan diri sendiri, yang merupakan tujuan utama perkuliahan. Kontrol etika penggunaan AI sepenuhnya ada pada diri individu.
MATERI 2
Alur Penggunaan dan Pelayanan di Perputakaan
Bapak Nurul Gufron menyatakan bahwa bergabung dengan Unusa adalah rahmat besar dari Allah SWT, serupa dengan pengalamannya bergabung dengan KPK. Ia menekankan pentingnya kesadaran akan rahmat ini dan bahwa mencari ilmu haruslah berorientasi pada pencarian Allah SWT. Ilmu-ilmu dipandang sebagai perangkat atau instrumen, sementara tujuan utamanya adalah menemukan Allah. Ketika Allah dicari, Ia akan lebih cepat menyambut, dan orang-orang yang memiliki kesadaran ini cenderung berintegritas. Ketiadaan integritas, yang seringkali berakar dari ketidakpuasan terhadap kekayaan duniawi, membawa dampak buruk. Ia memberikan contoh kegagalan infrastruktur, seperti jembatan yang cepat rusak dibandingkan dengan bangunan Belanda yang tahan lama. Korupsi menyebabkan kekurangan dana untuk pembangunan bangsa dan pendidikan, sehingga banyak anak tidak bisa sekolah. Selain itu, korupsi juga merusak sistem keadilan, di mana pasal-pasal hukum bisa diperjualbelikan.
Kecerdasan, sekalipun dalam jumlah besar, tidak akan berarti tanpa integritas. Bangsa bisa hancur oleh orang pintar yang tidak berintegritas, sementara orang jujur dapat membawa kemajuan bagi bangsa. Faktanya, sebagian besar koruptor adalah lulusan S1 ke atas, bukan lulusan SD, SMP, atau SMA yang umumnya melakukan kejahatan kecil. Ini menunjukkan adanya pendidikan tanpa integritas, di mana perampokan dilakukan melalui tanda tangan dan proposal.
Bapak Nurul Gufron berharap mahasiswa UNUSA tidak hanya mencetak lulusan dengan pengetahuan dan keterampilan tinggi, tetapi juga menanamkan integritas dan nilai-nilai anti-korupsi. Nilai-nilai tersebut meliputi jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, adil, berani, sederhana, dan kerja keras, dengan kejujuran sebagai yang paling utama. UNUSA adalah wahana bagi mahasiswa untuk membentuk diri. Selain kecerdasan dan keterampilan, hati yang tulus untuk melayani orang banyak, bangsa, dunia, dan alam semesta adalah hal terpenting untuk menjadi orang besar. Tokoh-tokoh seperti Nabi Muhammad, Gus Dur, Bung Karno, dan Bung Hatta menjadi besar karena cinta dan pengorbanan mereka. Mahasiswa UNUSA didorong untuk meningkatkan cinta pada bangsa, umat, dan alam raya. Keahlian dan pengetahuan tanpa kepedulian pada sesama akan sia-sia. Contohnya adalah dokter yang lebih mementingkan uang daripada kesehatan pasien. Oleh karena itu, mahasiswa harus membuktikan diri sebagai pelayan bangsa dan rakyat.
MATERI 3
Mahasiswa unusa sebagai generasi an nahdhiyah
Redaksi Ahlus Sunnah Wal Jama'ah memiliki titik krusial perdebatan pada makna 'Sunnah'. Sementara 'Ahl' berarti pengikut dan 'Al-Jama'ah' merujuk pada umat Islam, 'Sunnah' menurut Hadratul Syekh Ghesyul Ash'ari (Hasyim Asy'ari) bukanlah sekadar perbuatan Nabi atau hukum sunnah, melainkan 'hattoriqatul mardiyah al-masluqa fiddin'. Ini adalah metode beragama yang telah dijalani oleh Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan imam-imam madhhab, menjadi inti perbedaan pemahaman antara NU dan kelompok lain.
Dalam riwayat Tokroni, Ahlus Sunnah Wal Jama'ah diartikan sebagai 'Asawadu'l-Akloh' atau kelompok mayoritas. Hal ini didukung oleh fakta bahwa penganut empat madhhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali) merupakan mayoritas umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk Timur Tengah, Afrika, dan Asia (khususnya Syafi'i). Dengan demikian, NU tidak sendiri dalam pemahaman ini, melainkan bagian dari mayoritas Muslim global yang mengikuti empat madhhab.
Pemahaman Ahlus Sunnah yang dianut NU memiliki dua ciri khas utama. Pertama, 'bermalhab' atau mengikuti madhhab, yang menjadi tanda pengenal bagi pengaku Ahlus Sunnah. Kedua, akidah yang diikuti adalah akidah Imam Ash'ari, yang mencakup keyakinan akan sifat-sifat Allah seperti wujud, qidam, baqa, dan lainnya. Kedua ciri ini membedakan NU dari kelompok lain yang mungkin mengaku Ahlus Sunnah tetapi tidak bermalhab atau tidak menganut akidah Ash'ari.
MATERI 4
Pengenalan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) di Perguruan Tinggi
Penerapan K-3L sangat diperlukan untuk mewujudkan Indonesia Emas. Tujuan utamanya adalah mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, serta melindungi lingkungan dari pencemaran dan kerusakan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berhadapan dengan potensi bahaya dan risiko yang harus dihindari, ditanggulangi, atau dilindungi. Bahaya (fisik, kimia, biologi, psikososial, mekanik) selalu ada, namun kita perlu waspada dan mencegahnya. Kita memiliki peranan penting dalam melindungi lingkungan dari pencemaran, baik yang diakibatkan oleh industri maupun perilaku individu. Mahasiswa diharapkan berperan aktif, misalnya dengan memanfaatkan media sosial secara bijak untuk melaporkan pencemaran, bukan hanya mengabaikannya.
Penting untuk mematuhi regulasi dan SOP yang berlaku, seperti mengikuti safety induction di auditorium atau tempat berkumpul lainnya. Induksi keselamatan memberikan informasi tentang potensi bahaya, risiko, dan cara evakuasi. Di laboratorium, penting untuk mematuhi SOP terkait penanganan bahan kimia dan penggunaan alat agar terhindar dari bahaya dan insiden yang tidak diinginkan. Kebijakan dan aturan mengenai keselamatan sudah ada di berbagai aspek, seperti parkir, proses belajar mengajar, dan pekerjaan laboratorium. Partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk mahasiswa, sangat diperlukan untuk memperhatikan dan mematuhi SOP yang ada, karena SOP bukan hanya sekadar pajangan, melainkan pedoman penting untuk menjaga keselamatan dan kesehatan.
MATERI 5
Sekitar 4-5% penduduk Indonesia yang memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan S1, menjadikannya sebuah privilese yang patut disyukuri. Selain itu, mahasiswa yang hadir di forum ini berada di salah satu dari 71 kampus berdampak di Indonesia, dari ribuan institusi yang ada, sebuah fakta yang juga merupakan keistimewaan dan harus disyukuri. Kesempatan ini seharusnya menumbuhkan kebanggaan dan motivasi untuk melaksanakan tanggung jawab. Sebagai 'manusia pilihan', mahasiswa memiliki empat tanggung jawab utama. Salah satu yang paling fundamental adalah tanggung jawab akademik. Tanggung jawab ini meliputi pelaksanaan kegiatan akademik secara jujur dan orisinal, menghindari segala bentuk kecurangan atau plagiarisme. Tanggung jawab lain seperti sosial, lingkungan, dan pribadi juga disebutkan, namun fokus utama adalah akademik.
Plagiarisme tidak dapat ditoleransi dalam dunia akademik. Pembicara memberikan dua contoh kasus nyata untuk menunjukkan dampak seriusnya. Pertama, Ketua BEM Universitas Indonesia diberhentikan secara tidak hormat pada Januari 2025 karena melakukan plagiarisme saat audiensi dengan DPR RI, dengan menggunakan informasi tanpa izin atau referensi yang memadai. Kedua, seorang mantan Menteri Kesehatan terbukti melakukan plagiarisme pada forum ilmiah terhadap sebuah artikel yang dipublikasikan di American Journal Clinical Nutrition. Kasus-kasus ini menegaskan bahwa plagiarisme dapat berakibat pada pencabutan gelar akademik atau pemberhentian dari jabatan, dan berlaku untuk mahasiswa maupun akademisi.
- Facebook: https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram: https://www.instagram.com.unusa_official/
- YouTube: https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter (X): https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok: https://www.tiktok.com/@unusa_official

Comments
Post a Comment