MATERI 1 OSPEK FAKULTAS
MATERI 1
Peran Mahasiswa Kesehatan dalam Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Mahasiswa memiliki banyak peran dan tanggung jawab yang perlu dilakukan, tidak hanya sebatas menerima materi perkuliahan. Bidang pendidikan dalam Tridharma mencakup perkuliahan di kelas dan pembelajaran di luar kelas seperti magang di berbagai institusi (rumah sakit, puskesmas, perusahaan, instansi) yang wajib diikuti oleh mahasiswa untuk kelulusan. Dosen dan mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan ketiga pilar Tridharma Perguruan Tinggi secara menyeluruh, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dan tidak diperbolehkan hanya fokus pada salah satu bidang saja.
Konsep penelitian atau riset diperkenalkan, di mana seorang mahasiswa (Fawaz) mendefinisikannya sebagai kegiatan meneliti atau melanjutkan penelitian terhadap sesuatu yang sudah pernah diteliti sebelumnya. Penelitian memiliki banyak manfaat bagi mahasiswa, termasuk meningkatkan pemahaman akademis, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta meningkatkan keterampilan riset. Keterampilan riset ini bahkan dapat membuka peluang karir sebagai peneliti, contohnya di lembaga seperti BRIN. Selain itu, penelitian juga mengasah kemampuan komunikasi mahasiswa melalui proses penulisan proposal, pengumpulan data di lapangan, diskusi dengan dosen pembimbing, hingga presentasi di hadapan dosen penguji.
Mahasiswa diharapkan memiliki cara berpikir dan berkomunikasi yang lebih baik dibandingkan yang tidak menempuh pendidikan tinggi. Selama menjadi mahasiswa, terutama di Fakultas Kesehatan UNUSA, peran utama mahasiswa dalam penelitian adalah melakukan riset akademik. Bagi mahasiswa tingkat sarjana, riset akademik ini umumnya diwujudkan dalam bentuk skripsi. Mahasiswa didorong untuk mulai memikirkan topik penelitian atau skripsi mereka sejak dini. Penting untuk melakukan studi literatur terlebih dahulu untuk memastikan apakah topik atau permasalahan penelitian yang akan diangkat sudah pernah diteliti sebelumnya. Pengecekan dapat dilakukan melalui jurnal-jurnal ilmiah untuk menghindari riset yang berulang.
Hubungan pola makan dengan status gizi, akan menyebabkan kita tertinggal dari negara lain. Saat negara lain sudah berfokus pada intervensi untuk mengatasi permasalahan, kita masih sibuk mencari tahu faktor risiko dasar. Sebagai contoh kasus stunting, di beberapa tempat riset masih berpusat pada pencarian faktor risiko seperti pendapatan keluarga atau pendidikan orang tua. Padahal, di luar negeri riset sudah mencapai tahap intervensi stunting, bahkan hingga intervensi mikronutrien, untuk memastikan status gizi tetap normal dan mencegah obesitas atau underweight.
Comments
Post a Comment