MATERI 2 OSPEK FAKULTAS

MATERI 2

Organization, Leadership, Personal Branding

       Kuliah merupakan privilese yang tidak banyak diterima, dan mendorong mahasiswa untuk memaksimalkan kesempatan ini. Ia menyoroti keputusan pribadinya untuk tidak menjadi mahasiswa 'kuliah-pulang' (murni akademis), yang secara signifikan membentuk citra diri dan kesuksesannya selama 13 tahun. Pembicara menguraikan perjalanan akademisnya, dari menjadi mahasiswa 13 tahun yang lalu hingga menyelesaikan gelar sarjana dan magisternya. Ia mencatat bahwa keterlibatannya dalam kegiatan akademik dan non-akademik selama masa studinya terlihat jelas di media sosialnya, yang menunjukkan bahwa hal itu merupakan cara bagi mahasiswa untuk mempelajari latar belakang dosen mereka. Melalui pengamatan sebagai dosen, pembicara menyimpulkan bahwa mahasiswa yang sukses, baik selama maupun setelah kuliah, adalah mereka yang secara aktif menyeimbangkan kegiatan akademik dengan kegiatan lainnya. 

           Mahasiswa yang murni akademis jarang mencapai kesuksesan yang signifikan, dan menekankan bahwa perjuangan dan ketekunan sangatlah penting. Menyibukkan diri dengan kegiatan positif juga membantu menghindari berkutat pada masalah-masalah kecil. Meskipun fokusnya adalah pada organisasi, pembicara menjelaskan bahwa kegiatan positif lebih dari sekadar organisasi. Mahasiswa dapat menjelajahi magang, kompetisi, penelitian bersama dosen, kewirausahaan, dan banyak lagi. Tujuan utamanya adalah memilih kegiatan yang selaras dengan minat dan bakat pribadi untuk memastikan pengalaman universitas yang bermakna. 

        Bu Atik mendefinisikan organisasi sebagai proses merancang struktur formal, mengelompokkan, mengorganisasikan, dan membagi tugas di antara para anggota untuk mencapai tujuan bersama. Ia mengidentifikasi tiga elemen penting: tujuan bersama, pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas, dan kerja sama yang efektif di antara para anggota.Organisasi yang terstruktur dan rapi sangatlah penting, karena kebaikan yang terorganisir akan selalu mengalahkan keburukan yang terorganisir. Kita harus berorganisasi agar niat baik kita tidak kalah dengan niat buruk, terutama dalam menghadapi tantangan zaman. Zaman ini diwarnai berbagai tantangan seperti stunting, pelecehan seksual, anak terlantar, masalah lingkungan, kesejahteraan sosial, moralitas, hingga korupsi. Mahasiswa Fakultas Kesehatan diharapkan menjadi bagian dari solusi untuk masalah-masalah ini, bukan malah menjadi bagian dari masalah.

        Berorganisasi di kampus membantu mahasiswa membentuk karakter, menyibukkan diri dengan aktivitas positif, membangun jaringan (network), dan mengembangkan soft skill. Hal-hal ini akan menjadi bekal berharga untuk masa depan mahasiswa di luar perkuliahan.Berorganisasi atau mencoba hal baru di masa kuliah diibaratkan berenang di kolam renang, di mana kegagalan masih terukur dan dapat ditoleransi. Berbeda dengan dunia kerja yang seperti terjun ke lautan lepas. Oleh karena itu, mahasiswa disarankan untuk menghabiskan jatah kegagalan mereka selama kuliah agar lebih terlatih dan siap menghadapi tantangan setelah lulus.

           Kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok untuk mencapai tujuan. Terdapat tiga dimensi utama: pemimpin, pihak yang dipimpin, dan situasi yang dihadapi. Kepemimpinan adalah proses yang interaktif dan dinamis. Pemimpin yang baik mampu menyesuaikan diri dengan tim dan keadaan, serta mencerminkan kualitas dari pihak yang dipimpin.Ibarat sebuah target panah, terdapat empat aspek penting yang menjadi kerangka atau landasan dalam kepemimpinan.

           Personal branding yang efektif membutuhkan penentuan identitas diri yang jelas, meliputi kekuatan, nilai, dan hal-hal yang disukai. Konsistensi dalam pesan dan perilaku sangat penting agar tidak membuat orang lain merasa 'ill-feel'. Selain itu, harus autentik atau menjadi diri sendiri, karena keaslian akan membangun rasa hormat dan kepercayaan. Terakhir, personal branding harus memberikan nilai atau manfaat bagi orang lain, seperti berbagi pengetahuan, pengalaman, atau inspirasi. Untuk memulai personal branding, manfaatkan media sosial. Bagi yang masih ragu, mulailah dengan berbagi aktivitas positif seperti organisasi, kegiatan volunteer, atau lomba. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman. Penting juga untuk memperbanyak relasi dengan bergabung dalam komunitas, seminar, atau diskusi. Publikasikan pencapaian, penghargaan, sertifikasi, dan pelatihan yang pernah diikuti, terutama di platform profesional seperti LinkedIn.



Comments

Popular posts from this blog

Unusa Kenalkan Nomolitera untuk Cek Nomophobia Mahasiswa Asing

TUGAS RESUME DAY 1 PKKMB

TUGAS RESUME DAY 2 PKKMB